Biografi terkait Idris Sardi - Situs Web Kepustakaan Tokoh Perfilman Indonesia

Biografi

 

 

BERANDA BIOGRAFI BUKU FILM MUSIK FOTO ARTIKEL KOMENTAR PENGHARGAAN

Idris Sardi lahir di Jakarta, 7 Juni 1938. Pendidikan : Sekolah Musik, Yogyakarta. Diajar langsung oleh ayahnya, Mas Sardi (1910 -1953) sejak usia 9 tahun. Menggantikan sang ayah sebagai pemain biola utama dalam Orkes Studio (RRI) Jakarta, setelah suami aktris Hadidjah itu meninggal dunia. Mas Sardi adalah pelopor ilustrator musik untuk film, mulai Alang-alang (1938) yang dibintangi Hadidjah dengan pasangan romantisnya Moh. Mochtar. (Merupakan pasangan kedua sesudah Roekiah - Rd. Mochtar yang sukses komersial sejak Terang Boelan (1937).

Bakat musik jelas dari ayah, tapi Idris juga mewarisi bakat acting dari atas. Bahkan dari buyut (Musa) lewat nenek (Mak Bibah) dan ibu. Lalu turun ke anak, Shanty Sardi dalam Senyum Dipagi Bulan December (1974). Walau sempat main dalam film Tiada Waktu Bicara (1974), namunnama Idris hanya dikenal sebagai ilustrator musik film, sejak Pesta Musik Labana (I960).

Mulai di kenal ketika menang lewat Petir Sepandjang Malam pada Pekan Apresiasi (festival) Film Nasional 1967. Permintaan mulai mengalir setelah merebut piala pada Festival Film Asia 1970 lewat Bernafas Dalam Lumpur. Lebih-lebih sehabis menggaet Citra dalam Perkawinan pada FFI pertama, 1973 Kemudian jadi "langganan", disamping rnasuk nominasi 9 kali, Idris merebut 9 Citra lain.

Disiplin adalah rahasia sukses si "biola maut", yang menghasilkan ilustrator musik untuk lebih dari 150 film, hingga Kuberikan Segalanya (1992). Sepuluh Citra (suatu rekor) diraihnya melalui Perkawinan, Cinta Pertama (FFI 1974), Cinta (FFI 1976), Sesuatu Yang lndah (FFI 1977), Budak Nafsu (FFI 1984), Doea Tanda Mata {FFI 1985), Ibunda (FFI 1986), Tjoet Nja Dhien (FFI 1988), Noesa Penida (FFI 1989) dan Kuberikan Segalanya (FFI 1992).

Filmografi : Pesta Musik Labana (1960), Djakarta by Pass (1962), Apa Jang Kau Tangisi, Matjan Kemajoran (1965), Petir Sepandjang Malam (1967), Djampang Mentjari Naga Hitam (1968), Orang-orang Liar (1969), Bernafas Dalam Lumpur, Si Pitung, Si Buta dari Gua Hantu (1970), Dunia Belum Kiamat, Tuan Tanah Kedawung, Biarlah Kupergi, Pendekar Sumur Tudjuh (1971), Mama, Intan Perawan Kubu, Mereka Kembali (1972), Jembacan Merah, Dimana Kau Ibu, Si Mamad (1973), Romi dan Juli, Karmila, Gaun Pengantin (1974), Cinta, Selalu Dihatiku (1975), Sentuhan Cinta, Sesuatu Yang Indah (1976), Terminal Cinta, Para Perintis Kemerdekaan (1977), Ratu Disco, Pengemis danTukang Becak (1978), Anna Maria, Wanita Segala Zaman (1979), Senyum Untuk Mama (1980), Sekuntum Mawar Putih (1981), Sorta (1982), Budak Nafsu (1983), Doea Tanda Mata (1984), Pondok Cinta, Arie Hanggara (1985), Ibunda (1986), Akibat Kanker Payudara (1987), Pacar Ketinggalan Kereta, Noesa Penida (1988), Cinta Punya Mau, Tutur Tinular (1989), Dorce Ketemu Jodoh, Soerabaia 45 (1990), Potret (1991), Kubenkan Segalanya (1992).

Sumber : Sinematek Indonesia